Gone Fishing!
I'll be back when the fish stop biting.

Cara Memancing Ikan Kurisi


Ikan Kurisi juga dikenal dengan nama Threadfin BreamPristipomoides filamentosus dan Rosy Snapper


Ikan Kurisi merupakan salah satu ikan demersal, kadang membentuk gerombolan hidup terutama pada daerah perairan pantai dengan dasar laut yang lunak seperti pasir dengan sedikit lumpur. Ikan kurisi hidup didasar, karang-karang, dasar lumpur atau lumpur pasir pada kedalaman 40-400 meter. Ikan ini memakan udang, kepiting, ikan kecil, gastropoda, cephalopoda, bintang laut, dan polychaeta sehingga ikan ini bersifat karnivora.

Di jepang salah satu jenis Threadfin bream dengan sebutan Golden Threadfin Breams merupakan ikan yang tergolong mahal dan cukup di gemari oleh masyarakat. Karena kandungan gizinya yang tinggi, ikan ini sering di konsumsi dalam bentuk sashimi. Ikan kurisi merupakan jenis ikan yang memiliki kandungan protein tinggi dan rendah lemak. Ikan kurisi memiliki potensi untuk menjadi bahan konsumsi alternatif kebutuhan protein masyarakat. Ikan ini masih satu suku dengan Ikan Kakap dan merupakan ikan pancing yang umum ditangkap.



Cara Memancing Ikan Kurisi

1. Dengan Memancing Dasar

Ikan tongkol adalah umpan yang tepat untuk memancing ikan ini. Pastikan umpan yang anda pilih masih segar dan potonglah memanjang.


2. Dengan Menggunakan Rawe

Metode ini adalah cara yang cukup mudah dilakukan namun dengan hasil yang luar biasa. Mancing Rawe atau nge-rawe adalah membentang tali dari patok satu ke patok lainnya dan di sepanjang bentangan tersebut diberi untaian tali yang diberi kail dan umpan. Dalam metode ini ada 3 cara yaitu dengan metode Rawai DasarPelagic Longline dan metode Dropline



Metode Rawai Dasar



Metode Pelagic Longline



Metode Dropline





Selamat Mencoba...



 Book your Trip!

Tianyar Village Tianyar Village Author

Tianyar Timur - Surganya Ikan Kerapu




BE KOKAK, itu adalah sebutan khas bagi penduduk lokal desa tianyar untuk menyebut Ikan Kerapu atau dalam bahasa inggris disebut Grouper Fish.

Ikan ini biasanya hidup di dasar laut atau karang dan sangat digemari karena memiliki banyak khasiat seperti mengurangi kadar kolesterol, mengurangi resiko keracunan pada pasien pasca operasi, hingga mampu meningkatkan fungsi otak. Sangat istimewa bukan?

Ikan Kerapu Tangkapan Penduduk Desa Tianyar Timur

Ikan Kerapu 20 Kg
Bagi anda yang tertarik untuk merasakan tarikan dari ikan tersebut, ayo bawa peralatan memancing anda dan datanglah ke Desa Tianyar Timur. "We are more than happy to introduce our Best Fishing Spot you ever had"




 Reservation


Tianyar Village Tianyar Village Author

Desa Tianyar Timur - Spot Memancing Tersembunyi di Bali

Night Fishing in Tianyar Village

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau Pulau Bali memiliki banyak pantai yang indah dan tak luput dari kerumunan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun tidak banyak orang yang tahu dibalik keindahan pantainya, Pulau Bali juga merupakan surganya para penggila hobby Memancing.


Fullday Fishing Trip

Memancing bagi sebagian besar orang adalah sebuah profesi yang tidak menghasilkan cukup banyak uang dan hanya digeluti oleh sebagian besar penduduk di daerah pesisir untuk menafkahi keluarga mereka. Namun Sekarang, memancing adalah sebuah hobby yang mahal dan tak jarang orang-orang kaya mau bepergian jauh hanya untuk mendapatkan tempat memancing yang pas dan memacu adrenalin. Alright,.. langsung saja saya kenalkan pada salah satu spot mancing yang cukup terkenal di Pulau Dewata ini yaitu Desa Tianyar Timur.








Night Fishing Cast


Desa Tianyar Timur sangat terkenal dengan Night Fishingnya. Banyak metode penangkapan ikan secara tradisional yang akan membuat anda takjub. Mulai dari memancing dengan menggunakan layang-layang, daun kelapa, bahkan sendok. Gak percaya? coba saja anda buktikan sendiri







 Book your Fishing Trip Now!

Tianyar Village Tianyar Village Author

Homemade Mini Boat (Jukung)



Check out the MINI BOAT (Jukung is a Balinese traditional boat)


It looks nice and designed by Tianyar Go Fishing


Don’t bother asking where you can buy one, It was purely a creativity and you can join us to make your own boat. Come join us to our lovely village, Tianyar Timur Village.
Tianyar Village Tianyar Village Author

Profesi Petani Garam Mulai Ditinggalkan


Kecamatan Kubu, dulu sangat terkenal dengan hasil garamnya yang berkualitas. Warnanya yang putih bersih serta proses pengolahannya yang menarik menjadikan daerah ini sangat terkenal pada jamannya. Petak-petak lahan petani membentang indah di sepanjang garis pantai bak sawah yang membentang indah di pedesaan. Sangat disayangkan hal ini sudah sulit untuk detemui, karena profesi ini nyatanya sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya.

Ditinggalkan bukan berarti masyarakatnya tidak mau atau malas untuk menggeluti profesi tersebut, namun lahan pertanian yaitu bibir pantai yang terus digerus ombak hingga bermeter-meter membuat lahan pertanian mereka berkurang bahkan hilang. Hanya sedikit dari mereka yang masih menggeluti profesi tersebut.

Berjarak sekitar 79 kilometer dari pusat kota, Tianyar Timur adalah salah satu desa yang masih melestarikan profesi ini sebagai sebuah tradisi. Bukan hanya tradisi megibung (makan bersama) dan tradisi megenjekan (paduan suara) yang masih kental disini, profesi bertani garam yang sempat membesarkan tempat tersebut selalu mereka jaga dan layak untuk dipertahankan. Arus modernisasi memang sedikit diadaptasi disini untuk memudahkan pekerjaan mereka.

Pekerjaan yang dominan dilakukan pada musim panas tersebut sangat tergantung pada terik matahari yang akan merubah saringan air laut menjadi butiran-butiran garam. Berbeda halnya dengan proses pembuatan garam di beberapa daerah di indonesia, pembuatan garam di Desa Tianyar Timur sangatlah higienis dan sangat memperhatikan kebersihan dan kualitas. Itu mengapa harga jualnya jauh lebih tinggi di pasaran.




Proses Pembuatan Garam Secara Tradisional


Proses pembuatan garam selalu diawali di pagi hari dimana matahari tidak terlalu menyengat. Masyarakat mengetahui dengan baik kalau kualitas garam tidak terlepas dari matahari dan inti sari tanah yang mereka gunakan ketika melakukan proses penyaringan. Air laut disaring dengan menggunakan saringan yang berbentuk kerucut yang disebut Tinjung, dengan lapisan pasir, batu dan tanah merah (tanah nyanyad). Berikut adalah detail proses pembuatan garam tradisional di Desa Tianyar Timur.

1. Proses Nggau (menggemburkan tanah)
Nggau atau proses menggemburkan tanah di lahan pertanian yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk tanah menjadi butiran-butiran kecil sehingga bisa diolah sebagai bahan penyaring dalam pembuatan garam tradisional. Pada proses ini, tanah yang dulunya padat digemburkan dengan menggunakan 'Bangkrak' (alat penggembur tanah berbentuk seperti cangkul yang bergerigi atau seperti senjata Ci Patkai dalam serial Sun Go Kong).

2. Proses Ngadukang (mengaduk tanah)
Ngadukang atau proses mengaduk tanah yang sudah digemburkan tadi, agar bisa kering merata sehingga fungsi dan inti sarinya kembali muncul. Proses ini juga menggunakaan Bangkrak untuk mengaduk tanah.

3.Proses Nambunang (mengumpulkan tanah)
Nambunang adalah proses mengumpulkan tanah sebelum nantinya dimasukkan kedalam Tinjung sebagai bahan penyaring. Proses ini menggunakan alat yang disebut dengan 'Tulud' (alat berbentuk cangkul dengan ujung papan persegi panjang).

4. Proses Menekang (menaikkan tanah)
Menekang adalah proses menaikkan tanah yang sudah dikumpulkan tadi ke dalam Tinjung. Proses ini hanya menggunakan sekop untuk mempercepat pekerjaan.

5. Proses Nuruin (mengisi Tinjung dengan air laut)
Nuruin adalah proses mengisi Tinjung dengan air laut. Proses ini menggunakan alat untuk mengambil air laut yang disebut dengan 'Pemoboan' (dua buah penampung air seperti ember besar yang dibuat dari bahan seng atau lontar dan dihubungkan dengan kayu sebagai pemikulnya). Namun sekarang, kebanyakan petani mulai menggunakan mesin pompa modern untuk menyedot air laut.

6. Proses Nuwunang (menurunkan kembali)
Nuwunang adalah proses menurunkan kembali tanah penyaring yang ada di Tinjung, kembali ditaburkan dan diratakan di petak atau lahan pertanian. Proses ini tidak membutuhkan alat karena bisa dilakukan dengan tangan kosong. Namun proses perataan tanah agar kembali ke bentuk datar dan padat tetap menggunakan Tulud yang dialiri air laut agar tanah mudah dibentuk.

7. Proses Nyemuh (menjemur saringan air)
Nyemuh adalah proses penjemuran saringan air laut yang disebut 'Yeh Nyah' yang kemudian dijemur di terpal berbahan pelastik sebagai alas.

8. Proses Ngerik (memanen garam)
Ngerik adalah proses pemanenan garam yang sudah mengkristal setelah dijemur selama 5 sampai 7 hari, tergantung cuaca dan terik matahari. Proses ini menggunakan alat yang disebut 'Pengerikan' (alat pengumpul yang berbentuk seperti cawan yang melengkung, biasanya dibuat dari jerigen bekas yang dipotong) yang kemudian ditampung didalam wadah yang disebut 'Terompong' (Keranjang dari rautan bambu) untuk kemudian dikeringkan.

Demikian sekilas tentang proses pembuatan garam secara tradisional. Semua itu akan tidak berarti dan hanya jadi cerita jika kita tidak menjaga warisan budaya yang diturunkan nenek moyang kita.





About Desa Tianyar Timur

Tianyar Village Tianyar Village Author

Memancing Ikan Pogot (Triggerfish)

Ikan Pogot (Triggerfish)


Ikan pogot mungkin terlihat cukup lucu dan menggemaskan, karena gradasi warna dan bentuknya yang menawan mampu membuat pencinta ikan hias memeliharanya. Namun tidak dengan para pemancing. Sebagian besar pemancing membenci ikan tersebut dan menghindari spot memancing yang terindikasi sarang mereka. Tapi bagi orang yang sabar dan mempunyai skill lebih, ikan ini merupakan lawan yang tepat.

Berbeda dengan ikan-ikaan yang lain, ikan ini nampaknya lebih teliti dalam mencari mangsanya. Terbukti para pemancing selalu dibuat geram karena umpan mereka dimakan sedikit demi sedikit tanpa tersangkut kail pemancing (karna ikan pogot memiliki bentuk mulut yang runcing sehingga tidak langsung menelan umpan).

Memancing Ikan Pogot di Desa Tianyar Timur
Di Desa Tianyar Timur, Bali juga terdapat beberapa spot khusus untuk memancing ikan pogot. 


Hasil tangkapan Night Fishing

Bukan hanya jumlahnya yang banyak, namun ukuran ikan pogot di tempat ini juga lumayan besar. Cukup untuk membuat tangan anda kelelahan ketika menarik kail. Kalau anda tertarik segera datang dan rasakan sendiri tarikannya!











 Book Your Fishing Trip

Tianyar Village Tianyar Village Author

Welcome to Tianyar Village



Welcome to Tianyar Village

Located in the North-Eastern part of Bali, Tianyar Village can be reached within 3 hours drive from Ngurah Rai International Airport, Bali.


Tianyar Go Fishing

Located in Tianyar Timur Village, Tianyar Go Fishing is inspired by its surrounding geographical features and the local people, especially the people who are living in coastal areas. Tianyar is centrally located and easily reached by motorbike, car or taxi. Located just10 Kilometers form Tulamben and 19 Kilometers from Amed, the trip will just take 10 to 20 minutes driving.


About Tianyar Village

While the total area of 2.034,970 km², the total population was counted as 11,836 people as per the provincial website lists on June 2015.


Tradition and Culture

Role of Traditional Bali is still rooted in this village, such as values, norms and behavior in society. The arts and culture in Tianyar largely synonymous with art and culture in general, although here there has been a mix of interaction with other cultures along with the arrival of tourists from all walks of life. But traditional values inspired by Hindu religious rituals still strong coloring of this village.

 


Climate

Tianyar has a tropical wet and dry climate, with hot and humid weather, due to there is little temperature change throughout the year. Unlike many cities outside Indonesia with this climate, there is very little seasonal temperature change, with temperatures averaging about 28 degrees Celsius. The year is divided into two seasons: wet and dry. The wet season lasts roughly from November to April, while the dry season lasts from May to October.


Tianyar Village Tianyar Village Author

Tianyar GO Fishing - A New Idea of Traditional Fishing


Located in Tianyar Timur Village, Tianyar Go Fishing offer a different style of fishing





Look at the expression!
Fishing is not always how big the fish is, but it's more like the happiness that you fill when you hOok uP




Tianyar Go Fishing is inspired by its surrounding geographical features and the local people, especially the people who are living in the coastal areas





That's our mission to increase their income for a better future.


Come Join Us!
Tianyar Village Tianyar Village Author

Charter Fishing Pricing



Charter Fishing Pricing
Half Day Trip

$50


5 hours

Full Day Trip

$80


9-10 hours

Holiday Trip

$35


3 hours

Honeymoon Trip

$65


5 hours


 Reservation
 Reservation


Tianyar Village Tianyar Village Author

Fishing - Cast away your troubles

Tianyar Go Fishing
Tianyar Go Fishing
Tianyar Go Fishing

Tianyar Village Tianyar Village Author

Contact Us




Thanks for your interest. Please complete the form below to send us your question or comment and we'll get back to you as soon as possible!



Tianyar Go Fishing
There's always time for ONE MORE CAST
  • / /
  • / /

Powered byEMF Online Form
Tianyar Village Tianyar Village Author

Reservation



Thanks for your interest
Please press ''Book NOW'' to secure your Trip! 
then we'll get back to you as soon as possible!



 Reservation @TianyarGoFishing




Tianyar Go Fishing
+6287 861 827 181
tianyargofishing@gmail.com
Jln. Singaraja-Amlapura, Tianyar Timur, Kubu, Karangasem - BALI
Tianyar Village Tianyar Village Author

Meme Lucu Tentang Memancing


1. Air Tenang bukan berarti banyak ikannya 



2. Awal Mula Danau Toba


3. Hari gini jamannya mancing cewek brow



4. Keep Calm and Ayo Do Mancing

Tianyar Village Tianyar Village Author